Terima kasih telah mengunjungi blog saya, masih sama dari matkul akuntansi keperilakuan dan selamat membaca gan...
Aspek Keperilakuan pada Akuntansi Pertanggungjawaban
Akuntansi Pertanggungjawaban
Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem yang meliputi perencanaan, pengukuran dan evaluasi informatika atau laporan akuntansi dalam suatu organisasi yang terdiri dari beberapa pusat pertanggungjawaban dimana tiap-tiap pusat tanggungjawab dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab atas aktivitas yang dipimpinnya. (Siegel & Marconi, 1989: 96).
Adapun tujuan akuntansi pertanggungjawaban menurut Mulyadi, (2001 : 169) yaitu untuk mengendalikan biaya, dengan cara menggolongkan, mencatat, meringkas, dan menghubungkan langsung dengan pejabat atau orang yang bertanggungjawab atas terjadinya biaya yang dikendalikan olehnya.
Akuntansi Pertanggungjawaban versus Akuntansi Konvensional
Akuntansi konvensional mengklasifikasikan data berdasarkan pada sifat atau fungsi dari biaya, sedangkan akuntansi pertanggungjawaban lebih menitikberatkan pada pertanggungjawaban atas kejadian dan kontrol secara individual.
Akuntansi pertanggungjawaban memperbaiki hubungan antara informasi akuntansi dan memperhatikan aspek manusia dari segi perencanaan, akumulasi data dan pelaporan setiap struktur organisasi dan pertanggungjawaban secara hirarki serta mendorong keberhasilan manajer mancapai tujuan.
Jaringan Pertanggungjawaban
Struktur organisasi diharapkan mampu menjelaskan hubungan pusat-pusat pertanggungjawaban secara individu, jaringan organisasi, atau pertanggungjawaban secara ideal mampu menggambarkan bagaimana masing-masing fungsi mampu mengelola input untuk menghasilkan output secara efisien. Selain itu keselarasan hubungan antar fungsi dalam struktur organisasi dapat dipenuhi jika dilakukan analisa struktur organisasi, juga penentuan pendapatan dan beban secara benar.
Jenis – jenis Pusat Pertanggungjawaban
Penentuan pusat-pusat pertanggungjawaban memerlukan desentralisasi. Desentraliasi berarti pendelegasian wewenang pembuatan keputusan pada tingkatan manajemen yang lebih rendah. Suatu organisasi merupakan kumpulan pusat-pusat pertanggungjawaban dan dibentuk untuk mencapai tujuan. Untuk itu pusat pertanggungjawaban diklasifikasikan sebagai berikut:
- Pusat Biaya adalah pusat pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi yang prestasi manajernya dinilai atas dasar biaya dalam pusat pertanggungjawaban yang dipimpinya.
- Pusat Pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi yang prestasi manajernya dinilai atas dasar pendapatan dalam pusat pertanggungjawaban yang dipimpinya.
- Pusat Laba adalah pusat pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi yang prestasi manajernya dinilai atas dasar selisih pendapatan dan biaya dalam pusat pertanggungjawaban yang dipimpinya.
- Pusat Investasi adalah pusat pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi yang prestasi manajernya dinilai atas dasar pendapatan, biaya dan sekaligus aktiva atau modal atau investasi pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinya.
Korelasi dengan Struktur Organisasi
Komunikasi sangat berperan didalam suatu organisasi. Adapun organisasi sendiri merupakan kumpulan orang-orang yang selalu membutuhkan berkomunikasi sesamanya. (Miftah Thoha, 1983). Komunikasi tersebut dilakukan dengan komunikasi organisasi formal mengikuti jalur hubungan formal yang tergambar dalam susunan atau struktur organisasi seperti halnya hubungan kerja atasan dengan bawahan, koordinasi dalam informasi antar manajer dan komunikasi dengan luar perusahaan untuk menjalin kerjasama.
Selain itu Akuntansi pertanggungjawaban sebagai kontrol perusahaan dengan diciptakannya jaringan kerja yang bersamaan dengan struktur organisasi. Top manajemen membaginya dalam struktur organisasi dan ditetapkan otoritas dan pertanggungjawabannya. Setiap manajer pusat pertanggungjawaban hendaknya berusaha untuk mengendalikan berbagai aktivitas yang berada dibawahnya dan mengkomunikasikannya kepadabagian yang terkait.
Menetapkan Pertanggungjawaban
Dalam menetapkan pertanggungjawaban perlu adanya spesifikasi untuk tugas individu. Setiap orang diberi tanggungjawab dan ditentukan pula aktivitas dan fungsinya, dalam kenyataannya adalah berarti tugas dengan atasan. Faktor terpenting dalam menetapkan tanggungjawab adalah persetujuan dengan direksi dan pertanggungjawaban atas sumber daya yang didelegasikan berdasarkan fungsi atau tugas. Hal tersebut terimplikasikan dengan memiliki kewenangan dalam membuat keputusan dan termotivasi untuk memperbaiki kinerjanya.
Perencanaan, Akumulasi Data dan Pelaporan Berdasarkan Pusat Pertanggungjawaban
- Anggaran Pertanggungjawaban
Membandingkan antara anggaran yang telah ditetapkan dengan pendapatan dalam segmen jaringan. Hal ini akan menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja karyawan dengan unit organisasi. Proses anggaran yang efektif dimulai dari level yang paling bawah dalam organisasi untuk memperbandingkan antara anggaran yang diestimasikan untuk semua biaya yang dikontrolnya. Untuk otoritas yang lebih tinggi mereview estimasi, kerjasama dan memodifikasi bila diperlukan, sampai pada akhirnya mengkombinasikan semua anggaran untuk level top manajemen.
- Akumulasi Data
Akumulasi data merupakan fasilitas perbandingan secara periodik dari berbagai macam rencana anggaran. Akumulasi dari penghasilan dan pengeluaran sangat perlu untuk bentuk dari jaringan pertanggungjawaban.
- Pelaporan Pertanggungjawaban
Mulyadi, menjelaskan bahwa prosedur penyusunan pelaporan pertanggungjawaban adalah sebagai berikut :
- Tiap-tiap pusat pertanggungjawaban setiap periodenya (bulan/triwulan) menyusun laporan atas biaya yang terjadi dan menjadi tanggungjawab departemen atau bagiannya. Seperti biaya yang sesungguhnya terjadi (actual cost).
- Laporan atas biaya yang seungguhya terjadi ini, diserahkan kepada penyusun laporan perusahaan keseluruhan (biasanya departemen/staff controller/bagian akuntansi).
- Bagian penyusunan laporan perusahaan keseluruhan (bagian akuntansi) mengolah data-data yang berasal dari laporan tiap-tiap pusat pertanggungjawaban.
- Kemudian bagian penyusunan laporan perusahaan (pengawas/bagian akuntansi) membandingkan antara anggaran yang tersedia dan biaya yang sesungguhnya terjadi.
- Terakhir, pengawas intern mengirimkan laporan pertanggungjawaban tersebut ke masing-masing pusat pertanggungjawaban yang dinilai dan kepada atasan dari pusat pertanggungajawaban tersebut.
Laporan merupakan media untuk melaporkan biaya yang dikontrol, pengukuran efisiensi manajemen serta pencapaian tujuan.
Asumsi Keperilakuan dari Akuntansi Keperilakuan
- Management By Exception (MBE)
MBE sangat efektif untuk mengatur dan mengontrol aktivitas organisasi, manajer harus berkonsentrasi pada deviasi anggaran atau tujuan dasar. Karakteristik laporan periodik dari akuntansi pertanggungjawaban yang ideal adalah menggambarkan manajemen dalam area deviasi dari aturan yang telah ditentukan dan termasuk menentukan tindakan perbaikan untuk penguatan atau perbaikan perilaku.
- Management By Objective (MBO)
Dalam akuntansi pertanggungjawaban, manajemen mengontrol dirinya sendiri. Disini orang-orang melakukan tugasnya sendiri sebab mereka percaya mereka mampu mengarahkan sendiri dalam pekerjaan mereka. MBO memberi fasilitas kepada manajer dan bawahannya untuk memformulasikan tujuan dan aktivitas untuk pusat pertanggungjawaban.
Kesesuaian antara Jaringan Pertanggungjawaban dan Struktur Organisasi
Akuntansi pertanggungjawaban berasumsi bahwa kendali organisasi meningkatkan dengan menciptakan suatu jaringan dari tanggungjawab memusat yang bersamaan dengan struktur organisasi formal. Seperti top manajemen mendelegasikan dan memberikan otoritas kepada manajer dibawahnya dengan itu manjer mempunyai wewenang untuk bertindak secara resmi dalam lingkup pendelegasian mereka dan untuk mempengaruhi bawahan mereka.
Kapabilitas untuk Mendorong Kerjasama
Akuntansi pertanggungjawaban mampu meningkatkan kerjasama organisasi yang memperlihatkan para manajer bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Akuntansi pertanggungjawaban juga menunjukan tingkat loyalitas manajer dan kemampuan dalam membuat keputusan.Selain itu manajer merasa menjadi bagian penting dalam organisasi sehingga merasa dihargai dan akan bersama-sama mempunyai keinginan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Kesimpulan
Pencapaian tujuan organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia dalam organisasi. Ketika organisasi menjadi bertambah besar, garis pertanggungjawaban menjadi lebih besar dan lebih banyak. Oleh karena itu penerapan metode-metode dan teknik-teknik akuntansi manajemen harus mempertimbangkan perilaku manusia. Selain itu perlunya manajer menilai perilaku karyawan atau bawahnya dalam memberikan tanggungjawab yang benar dan mencapai tujuan yang diinginkan.

0 Komentar